Selasa, 25 Desember 2012

Pengertian Sawah Kecamatan Pulau Laut Timur



·         sawah pasang surut adalah sawah yang sumber airnya dipengaruhi oleh proses pasang-surut (misalnya pengaruh pasang surut air laut). Berdasarkan tipe luapan air, padi sawah dapat dibudidayakan pada lahan bertipe luapan air A, B, atau C yang telah menjadi sawah tadah hujan. Lahan yang bertipe luapan air A adalah lahan yang selalu terluapi air, baik pada saat pasang besar maupun kecil. Tipe B hanya terluapi air pada saat pasang besar saja. Sedangkan lahan tipe C lahan tidak terluapi air pasang, namun air tanahnya dangkal. 

 
·         Sawah tadah hujan adalah Sawah yang sumber air utamannya berasal  air hujan, air tergantung pada musim hujan. Air hujan bisa ditampung dalam petak-petakan sawah untuk menjaga ketersediaan sumber air. Pengelolaan air bisa dilakukan dengan irigasi namun tidak seoptimal di sawah irigasi.
·         sawah irigasi adalah Sawah irigasi merupakan sawah yang sumber airnya dari air irigasi. Air irigasi dapat berasal dari tempat lain melalui saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk itu. Sawah irigsi dibedakan menjadi 3 yaitu, sawah irigasi teknis, sawah irigasi setengah teknis, dan sawah irigasi sederhana. Sawah irigasi teknis air pengairannya berasal dari waduk, dam atau danau yang dialirkan melalui saluran induk (primer) yang selanjutnya dibagi-bagi ke dalam saluran-saluran sekunder dan tersier melalui bangunan pintu-pintu pembagi. Sawah irigasi sebagian besar dapat ditanami padi dua kali atau lebih setahun, tetapi sebagian ada yang hanya dapat ditanami padi sekali dalam setahun bila ketersediaan air tidak mencukupi terutama untuk lahan sawah yang terletak diujung-ujung saluran primer dan jauh dari sumber airnya. Sawah irigasi teknis dan setengah teknis dibedakan berdasarkan sistem pengelolaan jaringan irigasinya. Lahan sawah teknis adalah lahan sawah yang pengaturan tata air sepenuhnya dapat dikendalikan oleh jaringan irigasi yang telah dibangun. Sedang lahan sawah irigasi setengah teknis, hanya sebagian jaringan irigasinya yang dapat dikendalikan untuk pengaturan pasokan air dan sebagian lainnya masih sangat tergantung pada curahan air hujan. Irigasi sederhana adalah pengairan yang sumber airnya dari tempat lain (umumnya berupa mata air) dan salurannya dibuat secara sederhana oleh masyarakat petani setempat tanpa adanya bangunan-bangunan permanen.
·         Sawah Lebak adalah sawah yang sumber airnya berasal dari reklamsi rawa bukan pasang surut. Sawah Lebak dapat diartikan juga sebagai sawah rendahan yang tergenang secara periodik sekurang-kurangnya tiga sampai enam bulan secara kumulatif dalam setahun, dan dapat kering atau lembab tiga bulan secara komulatif dalam setahun. Lahan lebak yang berpotensi sebagai sawah lebak banyak dijumpai di seluruh nusantara tersebar di pulau sumatera dan Kalimatan yang mempunyai banyak sungai dan berpeluang baik.
·         Sawah ini memiliki topologi air yang berbeda beda, misalnya dangkal, tengahan dan dalam. Sehingga pemamfaatannya berbeda beda/tidak bisa disamakan satu dengan tipe lainnya, kecuali dengan perlakuan khusus. Air dipengaruhi oleh musim hujan. Pemanfaatan lahan lebak untuk usaha pertanian hendaknya memperhatikan faktor-faktor fisik dan lingkungan yang dapat menjadi kendala dalam pengembangan usaha pertanian (Faktor faktor tersebut meliputi: a) lama dan kedalaman genangan air banjir serta kualitas air, b) ketebalan gambut, kandungan hara dan tingkat kematangan gambut, c) kedalaman lapisan pirit serta kemasaman setiap lapisan tanahnya. Pengelolaan dapat dilakukan dengan kearifan budaya lokal